Malem jum’at neh, lagi gak ada
kerjaan. Stop skripsi, stop laporan praktik industry, need a rest lah pokoknya.
He he he he, lagi pengen nulis nulis juga akhirnya, ya update blog ajalah klo gitu,
dah hampir 1bulan gak posting blog. Temanya kali ini sih alam Indonesia,
menurut agan gimana tuh alam Indonesia sekarang ini?? Udah ancur atau masih
baik ya? Klo menurut ane nih alam Indonesia dah mulai rusak gan. Yuk diruntutin
aja yah cerita ane di bawah ini, runtut gak runtut yang penting dibaca aja dah
alhamdulilah gan.
Tiap bangun pagi (klo dirumah sih
bangun pagi :p) udah gak pernah denger lagi tuh kicau burung-burung dipagi
hari, kecuali ada tetangga atau agan sendiri yang pelihara burung berkicau, klo
menurut saya itu adalah salah satu kerusakan alam, yah mulai parah lah. Bapak ane
bilang klo mahkluk ciptaanNya tuh ada fungsinya masing-masing, saya juga setuju
dengan quote dari bapak ane, masih ingat gak yah tentang kejadian ulet di daerah
banyuwangi atau probolinggo itu ya, aduh lupa saya, males buka google lagi. Nah
tuh salah satu contohnya, ulet adalah salah satu mata rantai di ekosistem,
sedangkan burung berkicau adalah salah satu pemangsa serangga (ex: pleci atau
burung kacamata, punglor, tledekan, prenjak dll). Naasnya tuh burung sekarang dah
ampir punah L,,
masak dah punah sih?? Udah kehabisan kata-kata ane klo melihat hal ini terjadi
kehancuran ada di depan mata lho (menurut saya, gak tau klo menurut anda). Ya kita
bahas lagi gimana system kepunahan burung-burung berkicau pemakan serangga ini,
klo menurut saya sih udah disistem tuh ama manusia-manusia Indonesia, alasannya
sih gampang, faktor ekonomi, perut diutamain, klo terjadi apa-apa, misalnya aja
tuh wabah belalang, wabah wereng, wabah ulat bulu pasti bakalan tereak tereak..
bodoh amat klo menurut ane, back to topic lagi yak gan. Ya system kepunahan
mereka sudah didepan mata, penangkapan besar-besaran, misalnya aja burung pleci
atau perci atau burung kacamata yang warnanya ijo-ijo dan enak suaranya klo
berkicau di pagi ama sore hari, bikin tenang hati klo diresapin tuh suaranya,
gak kenceng dan gak pelan suaranya, pas deh pokoknya. Iyap, penangkapan
besar-besaran burung pleci ini sudah sangat awur-awuran gan, dulu sih pas ane
sma nih burung masih banyak hinggap di dahan dahan pohon sebelah rumah ane,
namun sekarang satu aja di alam gak ada, sekarang pada tinggal di
sangkar-sangkar di sebelah rumah anda, itupun hanya sebagian aja gan, yang lain
udah gak terawat lagi deh keknya, dijadiin satu dalam sangkar agak besar untuk
dijual di pasar-pasar burung, nih lihat deh penampakannya kek gini gan.
![]() |
nih yang dijual pedagang kaki lima gan, gak tau deh kondisi burung ntar kek apa |
![]() |
tuh keknya ada yang sakit, murung dibawah |
![]() |
1 kandang dalam jumlah banyak |
Klo dilihat sekilas tuh burung
kurang diberi perhatian gan, tangkapan liar ya emang kek gitu, apalagi
tangkapan dalam kondisi udah besar bukan anakan, klo saya perhatikan gak ada
seorangpun penjual di PB(Pasar Burung) yang menjual burung pleci dalam kondisi
anakan, dikarenakan sulit untuk mencapai sarangnya, biasanya sih ada
dipucuk-pucuk pohon yang tinggi dan beranting kecil, so bisa dikatakan udah gak
ada regenerasi a.k.a mati tuh anakan klo induk udah ketangkep ama pemburu. Burung
local Indonesia inipun juga gak ada yang mampu untuk mengembangbiakan, yah emang kek
gitu, stock liar masih banyak, dikira burung murahan. Tapi masalah timbul
dikarenakan hal semacam ini, menggampangkan semua hal, klo udah punah pada
bingung, apalagi klo udah kena wabah semacam ulat bulu. Klo udah kena wabah
pada bingung semacam enggak tau apa penyebabnya, klo menurut saya hal semacam
wabah ulat bulu adalah gara-gara manusia itu sendiri, mungkin beberapa tahun
kemudian akan terjadi hal semacam itu juga, bila tidak kita tanggulangi sejak
dini. Selamatkan
burung berkicau khas Indonesia yak, klo bisa bebasin lah burung-burung mungil
pemakan serangga tersebut, jangan membeli burung yang dalam keadaan liar atau
tangkapan dewasa, klo yang tangkapan dari piyik (anakan burung) tuh klo dibebasin gak bakal bisa
cari makan sendiri, tau lah dia hidupnya dikandang mulu, makan sudah ada.
Udah deh kita sudahi saja tulisan
tentang burung nah sekarang kita bahas masalah alamnya atau tentang lingkungan hidup aja
enaknya, yang lain mah ane jarang perhatiin pemirsa. Tau kan Indonesia ini Negara
tropis, di khatulistiwa juga, denger-denger sih hutan di Indonesia itu banyak
a.k.a luas banget, tapi saya enggak percaya deh klo luas. Mulai curhatan dengan
coretan ini sekarang he he he, tau ngak sih panas bumi sekarang mulai meningkat
lho gan, eh keknya tiap tahun meningkat kok, dikarenakan polusi + populasi yang
semakin meningkat, pembabatan hutan yang serampangan (ini bener banget keknya).
Ok saya mulai dari polusi +
populasi dulu yak yang dibicarakan, populasi manusia di Indonesia cukup besar,
no. 5 di dunia, sayang gak ada pemain bola bagus yang bisa ditemuin di
Indonesia (halah pake bahas masalah bola :p). Tiap hari saya naek motor untuk
beraktifitas sehari-hari, misalnya aja ke kampus, ke kontrakan temen, beli
makan, jalan-jalan. Ini hanya saya, paling enggak sehari habisin seperempat
liter bensin, yah kira-kira segitu lah, motor jalan cuman deket-deket doang
kok. Itu Cuma saya, klo ada 10 orang yang seperti saya, berapa bensin yang dihabiskan
dalam 1 hari, klo ada 100.000,- orang di malang yang seperti saya, berapa
polusi yang dikeluarkan untuk setiap 1 motor. Untuk lebih jelasnya bisa
ditanyakan kepada bengkel resmi milik pabrikan motor, untuk 1 motor jenis xxx
mengeluarkan berapa polusi untuk 1 liter bensin, nah teliti dah. Berapa jumlah
motor yang dibeli oleh konsumen tiap bulannya atau tiap tahunnya dan berapa
polusi yang dikeluarkan tiap hari? Pasti anda tercengang dengan hal tersebut. Saya
aja gak bisa bayangin gimana nantinya jika tiap tahun musti nambah populasi
manusianya + populasi kendaraan bermotor, terutama motor di Indonesia.
Pertumbuhan penduduk selalu
diikuti oleh membludaknya rumah tinggal, nah ini yang menjadi sangat
memprihatinkan, meskipun saya sebagai mahasiswa teknik bangunan merasa senang
akan hal ini (jika prospek perumahan masih ada dan bagus, jika beberapa bulan
lagi saya bisa lulus maka saya tidak menganggur menunggu pekerjaan, eh mencari
pekerjaan :p). Tetapi saya merisaukan pembangunan perumahan/rumah tinggal ini,
yang seharusnya memperhatikan alam sekitar eh malah dihajar habis menjadi lantai
atau full bangunan. Dalam planning/ rencana pembangunan rumah tinggal seharusnya
ada 30%space/ruang kosong untuk tempat resapan air, minimal ditumbuhi pohon,
nah hal ini yang menjadikan saya cukup miris melihatnya. Coba lihat rumah anda,
ada space untuk tanaman? Berapa luasnya? Pembangunan yang seenaknya saja, tanpa
memperhatikan alam yang menjadikan alam ini hancur dengan sendirinya, memang
harga tanah sekarang melonjak tajam a.k.a mahal banget, tapi kalau anda tidak
memikirkan alam anda apa yang akan terjadi? Coba anda fikirkan matang-matang
tentang alam dan sekitar anda.
Sebenarnya saya ingin lingkungan tempat
tinggal saya mirip-mirip perumahan di LN(luar negeri) he he he he, setiap saya
menonton tv ataupun lihat-lihat youtube selalu saja tempat tinggal mereka
dikelilingi pohon yang cukup rindang, padahal di LN mempunyai 4 musim, yang
sulit membuat pohon-pohon untuk hidup baik disana, apalagi ketika musim gugur
dan disusul musim salju. Kita tau sendiri di Indonesia mempunyai 2 musim yang
sangat bagus dalam pertumbuhan tanaman, musim hujan 6 bulan dan musim kemarau 6
bulan (masih diselingi hujan), tetapi apakah kita memanfaatkan itu untuk
memperbaiki alam kita? Kita malah membabat tanaman disekitar kita, alasannya
klasic, takut ular, tempat hantu kek atau apalah (mrinding ane sambil nulis
ini). Ya inilah salah satu watak orang Indonesia, cukup memprihatinkan saudara,
padahal tanaman dan ruang kosong terbuka itu sangat banyak manfaatnya, selain
sebagai tempat memproduksi O2 (tanaman) sebagai tempat pengusir
stress (jika ada hewan semacam burung atau tupai). Kita lihat nih beberapa video yang menginspirasi
saya menulis hari ini, mungkin anda yang membaca blog saya ini akan
terinspirasi oleh video-video ini.
nih burung yang disebelah rumah, diambil dari video orang luar gan
nih video dari flying squirell, binatang malam yang mudah mati jika di adopt (dipelihara) oleh manusia. klo mau pelihara binatang 1 ini mending belajar dulu ya gan, udah hampir punah ini bajing.
recomended untuk dilihat dah, gk bosen klo dilihat.
nih bk gan a.k.a bajing kelapa tapi punya luar negeri, hampir segedhe kucing, gemuk + lucu
tuh dia tinggal disekitar rumah-rumah penduduk keknya, gak begitu takut sama orang. lucu juga klo bisa kek gini disini, sayang klo keliatan dikit langsung dar der dor aja
nih bajing warna hitam gan, bukan bajing*n lho, he he he he
tinggal ditaman tuh keknya.
udah cukup sekian curhatan saya tentang alam Indonesia, semoga anda terhibur melihat video diatas
NB. Selamatkan alam sekitar kita,
mereka semua (tanaman, hewan, dan semuanya) diciptakan hanya untuk kita. Belum terlambat
kita untuk menyelamatkan mereka. Keep spirit for everythink yak :D
youtube.com/watch?v=x2njXjzT4XuVQ" on Vimeo
BalasHapusStream videos from YouTube channel Mgfqqk (1m ago). Find video clips of famous music from the world of dance music from artists like youtube converter Alessandro